Kurangnya sejarah Eropa Man City telah menyebabkan penggemar menjadi lambat

By | 30th October 2018

Manchester City mungkin ialah perwakilan Liga Champions terlama di Inggris (delapan musim beruntun), tapi club ini mencapai rekor lainnya yang kurang mengesankan dalam kekalahan yang menyedihkan dari Lyon, mencatat kekalahan ke empat berturut-turut mereka dalam pertandingan. Tiga salah satunya sudah ada di Etihad, cuma untuk membuat lebih jelek. Tidak ada club Inggris yang sampai sekarang ini sampai tengara spesial ini, menggarisbawahi jalinan skizofrenia City dengan Liga Champions.

Baca Juga : Ajax Tak Akan Lepas Matthijs de Light ke MU dan Barcelona

Ini sudah memunculkan beberapa pertanyaan terpenting: Apa beberapa pemain beli ke mimpi yang diserahkan oleh pemilik? Apa penyumbatan riwayat Pep Guardiola di kompetisi ini adalah aspek yang memberatkan pikiran beberapa pemain serta dengan begitu merugikan persiapan laga yang sukses? Kenapa ketidakpedulian suportif pada pertandingan yang membuat City makin nyaman? Kenapa selalu anti-pati pada UEFA? Kenapa kegirangan ke waktu itu ialah pertanyaan untuk kembali pada dasar-dasar pertarungan liga? Kenapa beberapa pengagum akan berdengung kembali untuk perjalanan akhir minggu ke Cardiff, akan tetapi nampaknya tidak dipengaruhi oleh kehadiran aristokrasi Eropa di Manchester? Mari kita coba memberi satu atau dua jawaban atas sebagian besar pertanyaan. Pertama, suport City tetap cenderung mengarah roti serta mentega liga serta piala domestik.

Baca Juga : Liverpool Telan Kekalahan Pertama, Klopp: Kami Tak Beruntung

Lihat Juga :  Liverpool Fokus Napoli Dulu

Mengidentifikasi suport pokok serta karakteristiknya makin susah mengingat status club sekarang ini, tapi lewat cara turun-ke-bumi, ini masih tetap seperti apakah yang diinginkan. Pencarian kembali pada pertarungan kontinental sesudah mangkir 30 tahun sudah ambil waktu untuk tidur dengan beberapa simpatisan. Untuk mulai dengan, perjuangan awal City tidak memunculkan perasaan cinta sepakbola Liga Champions pada massa. Sesudah sudah melihat dengan riil beberapa puluh tahun kekalahan saat mereka semestinya menang, suatu berasa dikit tidak nyaman waktu melihat Kota baru yang sukses dari mulai awal kembali. Bayern Munich, Napoli, Real Madrid, Ajax, Borussia Dortmund.

Baca Juga : Virgil van Dijk Diyakini Bakal Jadi Kunci Liverpool Meraih Juara Liga Inggris

Terdapat beberapa pelajaran awal yang perlu dikerjakan. Musibah di Moskow dimana beberapa pengagum menginginkan seperti kompensasi untuk mengatasi UEFA dari dasi dengan CSKA (semua pengagum dilarang sebab tingkah laku rasis beberapa pengagum CSKA, akan tetapi fans Rusia yang kenakan warna dilewatkan waktu City tidak diterima) makin menahan semangat serta menghasilkan cemoohan pra-pertandingan dari lagu berkebangsaan UEFA yang masih tetap dapat didengar empat tahun sesudah insiden itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *